Diksi

March 27, 2010 at 6:09 pm (Uncategorized)

DIKSI

Pengertian diksi adalah pilihan kata. Maksudnya, kita memilih kata yang tepat untuk menyatakan sesuatu. Pilihan kata merupakan satu unsur sangat penting, baik dalam dunia karang-mengarang maupun dalam dunia tutur setiap hari.
Diksi dapat diartikan sebagai pemilihan kata oleh pengarang untuk menggambarkan cerita-cerita Agar usaha mendayagunakan teknik penceritaan yang menarik lewat pilihan kata.Maka diksi yang baik harus tepat memilih kata untuk menggungkapkan gagasan,diperlukan kemampuan untuk menemukan bentuk yang sesuai dengan situasi dan pilihan kata yang tepat,kosa kata mampu mendayagunakan menjadi kalimat yang jelas dan efektif dan digunakan secara umum.

Makna dalam diksi :

Makna Leksikal dan makna Gramatikal
Makna Leksikal adalah makna yang sungguh nyata dalam kehidupan kita atau sesuai dengan hasil observasi panca indera kita. Sedangkan makna Gramatikal adalah untuk makna jamak dalam penggunaan bahasa Indonesia

Makna Referensial dan Nonreferensial
Makna referensial & nonreferensial perbedaannya adalah berdasarkan ada tidaknya referen dari kata-kata itu. Seperti referensial itu memiliki referen ( makna nyata sesuai dengan observasi panca indera) contohnya kata pensil dan bolpoin. Sedangkan makna Nonreferensial adalah kata yang tidak mempunyai referen.

Makna Denotatif dan Konotatif
Makna denotatif adalah makna asli, makna sebenarnya yang dimiliki sebuah kata. Makna konotatif adalah makna lain yang ditambahkan pada makna denotatif tadi yang berhubungan dengan nilai rasa orang / kelompok orang yang menggunakan kata tersebut.
Makna Konseptual dan Makna Asosiatif
Makna konseptual adalah makna yang dimiliki oleh sebuah kata terlepas dari konteks atau asosiasi apapun. Makna asosiatif adalah makna yang dimiliki sebuah leksem / kata berkenaan dengan adanya hubungan kata itu dengan suatu yang berada diluar bahasa . seperti warna merah yang diartikan berani.

Makna Kata dan Makna Istilah
Makna kata, walaupun secara sinkronis tidak berubah, tetapi karena berbagai faktor dalam kehidupan dapat menjadi bersifat umum. Makna kata itu baru menjadi jelas kalau sudah digunakan dalam suatu kalimat. Contoh: Kata air, bermakna air yang berada di sumur, di gelas, di bak mandi atau air hujan.
Makna istilah adalah makna yang sudah memiliki arti yang tepat dan pasti. Seperti misalnya istilah-istilah yang ada dalam suatu bidang tertentu, contohnya banyaknya istilah dalam bidang ilmiah.
Makna Idiomatikal dan Peribahasa
Yang dimaksud dengan idiom adalah satuan-satuan bahasa (ada berupa baik kata, frase, maupun kalimat) maknanya tidak dapat diramalkan dari makna leksikal, baik unsur-unsurnya maupun makna gramatikal satuan-satuan tersebut. Contoh: Kata ketakutan, kesedihan, keberanian, dan kebimbangan memiliki makna hal yg disebut makna dasar, Kata rumah kayu bermakna, rumah yang terbuat dari kayu.

Makna pribahasa bersifat memperbandingkan atau mengumpamakan, maka lazim juga disebut dengan nama perumpamaan. Contoh: Bagai, bak, laksana dan umpama lazim digunakan dalam peribahasa.

Makna Kias dan Lugas
Makna kias adalah kata, frase dan kalimat yang tidak merujuk pada arti sebenarnya.

Kata baku adalah kata yang standar sesuai dengan aturan kebahasaan yang berlaku dan didasarkan atas kajian dari bebrbagai ilmu termasuk bahasa yang sesuai dengan perkembangan zaman.kata baku merupakan kata yang sesuai dengan dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Penggunaannya dalam kalimat resmi baik secara lisan maupun secara tertulis. Sedangkan kata tidak baku bisa diklasifikasikan bila kata yanang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan.biasanya kata tidak baku itu muncul dalam percakapaan sehari-hari.

Kata baku dan Kata Tidak Baku

Kata baku adalah kata yang standar sesuai dengan aturan kebahasaan yang berlaku dan didasarkan atas kajian dari bebrbagai ilmu termasuk bahasa yang sesuai dengan perkembangan zaman.kata baku merupakan kata yang sesuai dengan dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan. Penggunaannya dalam kalimat resmi baik secara lisan maupun secara tertulis.

Kata tidak baku bisa diklasifikasikan bila kata yanang digunakan tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang telah ditentukan.biasanya kata tidak baku itu muncul dalam percakapaan sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: